Sabtu, 11 Mei 2013

PENGERTIAN HARGA JUAL



PENETAPAN HARGA JUAL
Nilai tukar barang adalah kemampuan suatu barang untuk di tukar se jumlah uang.nilai yang di nyatakan sejumlah uang di sebut harga.harga merupakan satu-satunya unsur marketing mix yang menghasilkan penerimaan ,sedangkan unsur lain harga merupakan biaya.
Harga dapat mempengaruhi tingkat penjualan ,tingkat keuntungan  serta shere pasar yang di tinjau.begitu pentingnya harga,maka perusahaan dalam menentukan harga jual produknya harus di pertimbangkan secara matang dan hati-hati.perusahaan perlu memperhatikan siapa konsumen terakhir,berapa besar persaingannya,tenaga kerja dan kedijakan-kebijakam pemerintah.
Ada beberapa masalah yang perlu di perhatikan dalam menentukan harga jual yaitu :
a. Masalah biaya
    Biaya adalah merupakan dasar di dalam menetapkan harga,karena  biaya berupa pengeluaran yang dikeluarkan perusahaan, Harga yang ditetapkan harus dapat menutupi biaya yang telah dikeluarkan.
Cara penetapan harga jual berdasarkanpendekatan biaya dapat dilakukan denganbeikut ini.
1). Metode penetapan harga biaya plus (cost plus pricing).
      Misalnya:
      Biaya produksi 100 barang adalah :
      -biaya bahan baku                               Rp 3.000.000,00
     -biaya tenaga kerja                              Rp    550.000,00
     - biaya lain-lain (sewa, gaji,pimpinan,
       penyusutan peralatan)                    Rp     450.000,00
                jumlah biaya                                Rp 4.000.000,00
Keuntungan yang diinginkan 20% dari total biaya. Sehingga


  • harga seluruhnya:

Rp 4.000.000,00 + (20% x Rp 4.000.000,00) = Rp 4.800.000,00
Harga satuan Rp 4.800.000,00 = Rp 48.000,00
                                       100
2). Metode penetapan harga mark up ( mark up pricing )
 Perusahaan menetapkan harga jual  dengan cara menambahkan hargabeli dari seorang pedagang dengan suatu persentase tertentu.
Harga beli+mark up = harga jual.
Biasanya besarnya mark up adalah keseluruhan biaya operasi dan keuntungan yang diinginkan.

b. Masalah  permintaan
sifat permintaan akan mempengaruhi penentuan harga dan volume penjualan. Untuk beberapa produk,antara harga dengan volume penjualan berbanding terbalik.Artinya,bila harga naik,mengakibatkan volume penjualan turun dan sebaliknya,bila harga turun,maka volume penjualan meningkat.
Strategi harga yang berorientasi pada permintaan di dasarkan pada:
-          Persepsi konsumen terhadap suatu produk (perceived value pricing)
-          Diskriminasi harga (demand differnttial pricing)
C. Masalah persaingan
Harga jual beberapa  produk sering dipengaruhi oleh keadaan persaingan yang ada. Masing – masing jenis produk dalam suatu jajaran produk mengalami persaingan yang berlainan tingkatnya.
Terdapat dua jenis penetapan harga berdasarkan persaingan
1.       Tingkat harga rata-rata industry (going rate pricing)
Penetapan harga jual yang dilakukan karena perusahaanmengalami kesulitan  dalam menentukan harga produk
2.       Berdasarkan harga tender/pelelangan (seaded-bidpricing)
Penetapan harga ini ditunjukan di dalam sampul tertutup, sedangkan pembeli dapat memilih penjual yang di anggap mempunyai harga rendah.
d. Masalah pasar
                perusahaan yang menetapkan harga berdasar kan orientasi pasar harus berhati hati dalam menentukan biaya dan laba yang di harapkan. perusahaan harus memperhatikanpermintaan terhadap produk,bauran pemasaran, reaksi para pesaing,dan biaya promosi.
1.       Penetaan harga dengan biaya tambahan.
Harga satu unit produksi senilai denagan biaya total unit produksi  di  tambah laba yang diingin kan.
2.       Harga di dasarkan pada kondisi  pasar yang bersaing.
Agar tidak terjadi perang harga dan mengakibat kan kerugian,maka perusahaan di dalam menetapkan harga produk harus sama dengan harga yang ditetap kan pasar pesaing .
3.       Harga didasarkan pada keseimbangan perkiraan permintaan dengan supli.
Penetapan harga melalui ke seimbangan antara biaya  denganpermintaan pasr.hal ini sangat baik bagi perusahaan yang ingin memaksimalkan harga.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar